Berikut ketentuan dalam pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP), yaitu :

  • TTP PNS dan CPNS diberikan setiap bulan.
  • Jumlah/Besaran TTP sebagaimana ditetapkan dalam keputusan gubernur.
  • Pemberian TTP dapat dikenai sanksi pemotongan (setelah dipotong pajak) apabila:

Pejabat struktural, widyaiswara dan pejabat fungsional:

  1. Tidak apel pagi tanpa alasan/kabar tertulis/lisan : 2%/orang/hari.
  2. Tidak hadir masuk kerja tanpa kabar/alasan yang jelas dan sah : 3%/orang/hari.

PNS non struktural dan non fungsional:

  1. Tidak apel pagi tanpa alasan/kabar tertulis/lisan : 1%/orang/hari.
  2. Tidak hadir masuk kerja tanpa kabar/alasan yang jelas dan sah : 1,5%/orang/hari.
  • TTP PNS dan CPNS tidak dibayarkan bagi PNS dan CPNS yang:
  1. Tidak hadir tanpa kabar/alasan yang jelas dan sah selama 1 bulan berturut-turut.
  2. Diberhentikan sementara dari jabatan negeri.
  3. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang (tidak dibayarkan TTP selama 3 bulan).
  4. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat (tidak dibayarkan TTP selama 6 bulan).
  5. Mengambil Cuti Besar atau Cuti Di luar Tanggungan Negara.
  • Sebelum penyampaian Pengajuan TTP oleh SKPD ke Biro Keuangan, terlebih dahulu telah diperhitungkan jumlah pemotongan untuk masing-masing PNS.

Keterangan tambahan: 

  • CPNS di Lingkungan Pemprov. Kalsel juga mendapatkan TTP sebesar 80% dari yang diterima PNS.
  • Dalam rangka untuk menunjang kesejahteraan PNS di Lingk. Pemprov. Kalsel, kepada setiap PNS termasuk PNS Tugas Belajar dan CPNS dapat diberikan TTP Kesejahteraan yang diberikan sekali dalam setahun dan besarnya disesuaikan dengan kemampuan daerah.